Sama Hitam, Siapa Takut ?

Source : journal.sociolla.com

(JASMINE Foodnews) Bunda, suka tidak sama warna hitam? Warna hitam sering diasosiasikan dengan kekuatan, keanggunan dan misteri.

Dikutip dari journal.sociolla.com ,individu yang gemar menggunakan baju warna hitam juga sering bersikap serius pada diri sendiri. Pada survei yang yang sama  dijelaskan bahwa individu dengan penampilan yang didominasi warna hitam cenderung suka berbincang saat sedang berkencan. 

Hal ini dilakukan karena adanya hasrat untuk menunjukkan kelebihan diri sendiri, seperti kecerdasan dan kemampuan berbaur dibandingkan penampilan. Bunda tentunya tak ingin jika orang lain menilai hanya berdasarkan riasan atau penampilan saat bepergian, bukan?


Tak ingin jika hanya dinilai dari penampilan adalah salah satu dorongan yang membuat seorang individu kerap menggunakan warna hitam untuk kesehariannya.


Tapi kadang pecinta warna hitam sering dianggap memiliki hasrat perlawanan terhadap keluarga atau lingkungan sekitar, keras kepala, mau menang sendiri dan akhirnya sering menutup diri.


Ini biasanya terjadi karena penyuka warna hitam sering sadar bahwa dirinya memiliki perasaan yang "very sensitif" sehingga mudah terluka. Sehingga respon masyarakat terkadang menjauhi orang seperti ini tanpa sadar.


Tapi bagaimana tentang olahan cumi yang berwarna hitam , apakah perlu dijauhi ? Bagi penggemar seafood, ketika disajikan olahan cumi yang berwarna hitam tentu sulit menolak karena rasanya yang lezat dan sangat gurih.

Namun     seiring     dengan     semakin
meningkatnya kesadaran masyarakat akan keamanan pangan, beberapa konsumen mungkin sempat terbersit pertanyaan, “Apakah tinta cumi tersebut aman dikonsumsi?"

Bukankah tinta cumi yang berwarna hitam kelam tersebut sebenarnya merupakan cairan yang hanya akan disemprotkan dari tubuh bagian atas cumi (sotong) ketika hewan laut tersebut diserang predator yang akan memangsanya?

Warna tinta yang hitam pekat tentu akan menjadikan air di sekeliling cumi menjadi gelap dan otomatis menutupi daya pandang si predator sehingga cumi kemudian dapat menjauh dan melarikan diri.

Simak juga videonya :
Proses pembuatan Go-Cheese (Sagu Keju) , yang gurih dan renyah, jenis kue kering yang biasa kita temukan ketika mulai masuk bulan Ramadhan , bulan yang suci bagi umat Islam



Dikutip dari tribunjateng.com, berikut jawaban dan paparan Bernadeta Soedarini, Dosen pada Program Studi Teknologi Pangan UNIKA Soegijapranata Semarang :

Fakta ilmiah tentang tinta cumi yang dikaitkan dengan senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya. Warna hitam pada tinta cumi sesungguhnya disebabkan oleh adanya senyawa Melanin dengan konsentrasi sangat tinggi dan zat besi.

Nasi Goreng Hitam (Source : Jasmine Cake & Cuisine)

Melanin sendiri merupakan polimer kompleks yang tersusun atas asam amino tirosin, salah satu asam amino yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim-enzim tubuhkita. Asam amino tirosin antara lain berperan untuk pembentukan hormon dopamine dan adrenalin, dua macam hormon yang memberikan efek positif bagi hidup kita.

Kandungan zat besi (Fe) dalam tinta cumi jelas menguntungkan dari aspek gizi dan kesehatan. Zat besi merupakan mineral penting bagi tubuh kita, yang menyusun sel darah merah (hemoglobin). Selain itu, zat besi berfungsi untuk membantu fungsi otot dan otak, melalui perannya untuk mendistribusikan oksigen di dalam tubuh kita.

Adanya tinta cumi justru menjadikan olahan seafood lebih gurih karena adanya kandungan asam glutamat, asam amino yang memberikan sensasi umami (lezat gurih) seperti halnya MSG (Mono Sodium Glutamat).

Selain itu, di dalam tinta cumi juga terkandung beberapa jenis asam amino lain yaitu alanine, lisindantaurin (turunan asam amino sistein). Taurin dikenal sebagai senyawa yang mampu membantu untuk proses metabolisme lemak di dalam tubuh sehingga sering dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Berdasarkan senyawa-senyawa yang terkandung dalam tinta cumi, yang sebagian besar adalah asam-asam amino dan turunannya, jelas bahwa kita tidak perlu mengkhawatirkan aspek keamanannya.

Tinta cumi bahkan dapat digunakan sebagai pewarna hitam alami untuk aneka hidangan pangan lainnya seperti olahan pasta (spagethi, macaroni, fussilidan lain sebagainya) ataupun produk bakery (roti, kue, paudan lain-lain). Penggunaan tintacumi bahkan akan memberikan rasa yang lebih gurih pada olahan pangan, tanpa perlu menambahkan MSG.

 Jadi, warna hitam tidak selalu berarti buruk atau berbahaya ya Bunda😊

=====

Silakan untuk yang ingin Tuc Him , Tumis Cumi Hitamnya , langsung klik saja :

http://bit.ly/JCandCu

Atau langsung telp 08128637867(Tia) 🙏😊

Simak websitenya :

http://bit.ly/JCandCui

Silakan simak juga menu kita lainnya , di ig kita klappiecakes_ :

https://www.instagram.com/p/B928rViD5cH/?igshid=1egvipau04tjz

 ======

Jasmine Foodnews dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kuliner di Indonesia terutama yang tradisional dan sudah jarang ditemukan orang. Juga hal-hal yang terkait dengan seputar dunia kuliner



Comments

Popular Posts