Gula dan Hutan Yang Hilang



(JASMINE Foodnews) Bunda , Bro and Sis pastinya tahu bahwa salah satu bahan makanan yang punya peran penting dalam pembuatan klappie atau Klappertart adalah gula .


Dan semua orang tentunya tidak asing dengan gula, karena rata-rata orang mengonsumsi gula setiap hari baik dalam bentuk gula pasir, gula batu, gula cokelat, gula merah dan sebagainya dari berbagai sumber .

Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis pada keadaan makanan. Gula sesungguh-
nya adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan yang pada akhirnya menjadi komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat.

Gula sederhana, seperti glukosa (yang  diproduk-
si dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam) menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel tubuh.

Gula sebagai sukrosa diperolah dari nira, tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti seperti umbi dahlia, anggur, atau bulir jagung, juga menghasilkan semacam pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa sebagai komponen utama. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstraksi (pemerasan) diikuti dengan   pemurnian   melalui   distilasi (penyulingan)

Di bawah ini Bunda, bro and  Sis, ada sedikit cerita mengenai  kronologi  sejarah penemuan gula, utamanya yang berasal dari tebu, sbb :

Persia , abad ke 6

Awalnya dalam catatan sejarah Inggris , gula tebu dikenal oleh orang-orang Polinesia. Kemudian menyebar ke India. Pada tahun 510 Sebelum Masehi, ketika menguasai India, Raja Darius dari Persia (suku bangsa ini mayoritas tinggal   di   Iran),   menemukan   ”batang rerumputan yang menghasilkan madu tanpa lebah”.

Berbagai penemuan manusia lainnya tentang keberadaan tebu yang sangat dirahasiakan dan dijaga ketat pada ketika itu, sedangkan produk olahannya dieksport untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar ketika itu.

Bangsa Arab , abad ke 7

Existensi tanaman tebu akhirnya terkenal setelah terjadi ekspedisi besar-besaran oleh orang-orang Arab pada abad ketujuh sebelum dan sesudah masehi. Ketika mereka menguasai Persia pada tahun 642 mereka menemukan tanaman tebu yang sedang tumbuh dan kemudian mempelajari cara pembuatan gulanya. 

Simak videonya :
NKSE (New Klappie Special Edition) si manis nikmat, awal perjalanannya dari JC&C  sebelum sampai ke tangan customer.✋😊



Mereka kemudiannya mendirikan pengolahan-pengolahan gula di berbagai daratan lain yang mereka kuasai, termasuk di Afrika Utara dan Spanyol.Gula dikenal oleh orang-orang barat Eropa sebagai hasil dari Perang Salib pada abad ke-11. Para prajurit yang pulang menceritakan keberadaan “rempah baru” yang enak ini.

Di Jawa , abad ke 9 sampai abad 17

Tanaman tebu diperkirakan sudah sekian lama dibudayakan di Jawa. Perantau China, I-Tsing, mencatat bahwa pada tahun 895 M, gula yang berasal dari tebu dan nira kelapa telah diperdagangkan di Nusantara.

Walaupun menurut catatan perjalanan Marcopolo, hingga abad ke-12 di Jawa belum berkembang industri gula seperti yang ada di China dan India. Kedatangan orang Eropa, terutama orang Belanda, pada abad ke-17 membawa perubahan pada perkembangan tanaman tebu dan industri gula di Jawa.

Pertengahan abad ke-17, industri gula didirikan di sekitar selatan Batavia, dan dikelola oleh orang-orang China bersama para pejabat VOC.

Pengolahan gula saat itu berjalan dengan proses yang sederhana. Dua buah silinder kayu yang diletakkan berhimpitan digunakan sebagai gilingan yang diputar dengan tenaga haiwan (kerbau) atau manusia. Tebu dimasukkan di antara kedua silinder, kemudian nira yang keluar ditampung dalam bejana besar yang terdapat di bawah gilingan. Eksport gula ke Eropah pun bermula pada saat itu, yang berasal dari 130 pengolahan gula (PG tradisional) di Jawa.

Di Inggris Raya (Britania Raya) , Abad 11 sampai abad 18

Gula pertama diketahui tercatat di Inggris pada tahun 1099. Abad-abad berikutnya merupakan periode ekspedisi besar-besaran perdagangan barat Eropa dengan dunia timur, termasuk di dalamnya adalah impor gula. Sebagai contoh, dalam sebuah catatan pada tahun 1319 harga gula di London sebesar “dua shilling tiap pound”. Nilai ini setara dengan beberapa bulan upah buruh rata-rata, sehingga dapat dikatakan gula sangatlah mewah pada waktu itu.

Pada tahun 1750 terdapat 120 kilang pembuatan gula yang beroperasi di Britania Raya atau Inggris Raya yang menghasilkan 30,000 ton setahun. Pada tahap ini gula masih merupakan sesuatu yang mewah dan memberi keuntungan yang sangat besar sehingga gula dikenali sebagai “emas putih”. Keadaan ini juga berlaku di negara-negara Eropa Barat lainnya.

Di Italy , abad 15

Pada abad ke-15, pemurnian gula Eropa umumnya dilakukan di Venice. Venice tidak bisa lagi melakukan monopoli ketika Vasco da Gama berlayar ke India pada tahun 1498 dan mendirikan perdagangan di sana. Meskipun demikian, penemuan orang-orang Amerika lah yang telah mengubah konsumsi gula di dunia.

Dalam salah satu perjalanan pertamanya di abad 15 , Columbus , penjelajah dunia terkenal kelahiran Genoa, Italia, membawa tanaman tebu untuk ditanam di kawasan Karibia.

Iklim yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman tebu menyebabkan berdirinya sebuah industri dengan cepat.

Tapi ada hal sangat disayangkan , akibat kebutuhan terhadap gula yang sangat besar di Eropa menyebabkan banyak kawasan hutan di kepulauan Karibia menjadi hampir seluruhnya hilang digantikan perkebunan tebu, seperti misalnya di Barbados, Antigua dan separuh dari Tobago.

===

Anda masih di Jasmine Cake & Cuisine, Restaurant Online di Indonesia✋😊

Untuk info & pemesanan Cake & Cuisinenya , telp/WA 08128637867 (Tia), 08128697750 (Wildan)

Simak daftar menunya:

 di  ig kita , klappiecakes_ :

https://www.instagram.com/p/B928rViD5cH/?igshid=1egvipau04tjz

 ======

Jasmine Foodnews
dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kuliner di Indonesia terutama yang tradisional dan sudah jarang ditemukan orang. Juga hal-hal yang terkait dengan seputar dunia kuliner








Comments

Popular Posts