Mie Kocok , Kuliner Legendaris Kota Bandung
(JASMINE Foodnews) Dari sekian makanan yang menjadi ciri khas kota Bandung, Mie Kocok merupakan salah satu kuliner yang melegenda sejak tahun 1958. Dikutip dari wikipedia.com, Mie kocok adalah hidangan hidangan mi bercitarasa kaldu sapi khas kota Bandung, Jawa Barat.
Hidangan ini terdiri atas mi kuning yang disajikan dalam kuah kaldu sapi kental, irisan kikil (tendon kaki sapi), taoge, bakso jeruk nipis, dan ditaburi irisan seledri, daun bawang, dan bawang goreng. Beberapa resep mungkin menambahkan babat sapi.
Pemberian nama mie kocok ternyata diambil dari proses pembuatannya, yaitu dengan mengocok-ngocok mie dan taoge dalam wadah logam bolong-bolong bergagang sambil dicelupkan ke dalam air panas sampai mie dan taogenya layu.
Tahukah Bunda, Bro and Sis, kenapa mie yang digunakan untuk mie kocok biasanya mie yang berbentuk gepeng dan memiliki tekstur halus?
Tujuannya adalah agar dari proses mengocok mie dalam air panas akan menghasilkan mie yang benar-benar matang sempurna. Di mana rasanya akan semakin kuat meresap dan nikmat ketika disiram dengan kuah kental khas Mie Kocok.
Untuk menambah citarasa, dapat pula ditambahkan kecap manis dan sambal. Hidangan yang mirip tetapi agak berbeda dari kota Cirebon disebut mie koclok.
Resep dasar mie kocok adalah mi, kuah kaldu sapi dan kikil sapi. Akan tetapi terdapat beberapa variasi penyajiannya dengan tambahan bahan makanan tertentu. Misalnya ditambahkan ceker ayam, daging sapi, bakso, bahkan babat sapi.
Dilansir dari kompas.com, berikut beberapa ulasan tempat makan mie kocok legendaris di Kota Bandung.
1. Mie Kocok Persib
Bagi penyuka mie, tak lengkap rasanya jika belum mencoba Mie Kocok Persib. Salah satu mie legendaris di Kota Bandung ini sangat mudah ditemukan, terletak di area parkir Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani no 262, Kota Bandung. Mie Kocok Persib berada tepat di pintu gerbang masuknya.
"Kalau di sini bedanya di kuah, karena ini juga berdasarkan masukan dari pembeli semua. Untuk penyajiannya juga pakai tulang iga, saya sudah muter-muter, mie kocok yang pakai tulang iga cuman disini," kata pemilik usaha, Kustanto (45th)
Untuk kuah sendiri diambil dari daging serta tulang yang berisi sum-sum yang direbus selama enam jam dalam panas kurang lebih 80 derajat Celcius. Belasan kilo daging itu nantinya akan mengeluarkan sarinya hingga tercipta kuah yang beraroma.
"Kuahnya diambil dari tulang dan daging. Setelah empat jam direbus, bawang daun masuk untuk menghilangkan bau amis tulang," katanya.
Tulang dan daging dalam kuah tersebut tak semuanya diangkat, beberapa dibiarkan untuk menjaga aroma dan rasa dari kuah serta Pada penyajiannya, mie kocok ini dihidangkan dalam keadaan hangat bersama dengan mie gepeng yang bebas formalin, tauge, bahkan iga dan kikil yang diolah sendiri untuk menjaga kualitasnya.
Di bagian atasnya, kustanto menaburkan seledri dan bawang goreng. Tak lupa jeruk nipis ia sajikan di pinggirnya.
"Banyak pelanggan dari luar seperti orang Sulawesi yang minta bungkus banyak, karena kuah mie saya gak akan bau," katanya.
Mie Kocok Persib, salah satu mie legendaris di Kota Bandung, yang terletak di area parkir Stadion Persib, tepat di pintu gerbang masuk.
Mie Kocok Persib sendiri sudah ada sejak tahun 1963, awalnya dikenal dengan Mie Kocok Riau karena terletak di dekat Jalan Riau. Sang ayah, Sumenep, merupakan salah satu orang yang pertama kali mendirikan mie kocok ini.
"Dulu (almarhum) ayah saya (Sumenep meningal tahun 2001) masih ngejual dua perak, namanya juga Mie Kocok Riau karena awalnya tempatnya di dekat Jalan Riau, itu dari tahun 1963-1996. Kemudian pindah k esini," kata Kustanto yang merupakan penerus generasi kedua.
Saking banyaknya pelanggan yang datang ke tempatnya, penamaan Mie Kocok Persib sendiri diberikan oleh para pelanggannya. "Itu pembeli yang kasih nama," tuturnya.
2. Mie Kocok Bandung Mang Dadeng
Mie Kocok Mang Dadeng yang berada di Jalan Banteng (KH Ahmad Dahlan) No 67 ini memiliki ciri khas di bumbu spesial yang merupakan rahasia keluarga. Mih Kocok Mang Dadeng d buat menggunakan 27 macam bumbu rempah-rempah.
Tak hanya itu, rebusan kaki dan tulang sapi dilakukan dengan cara yang berbeda. Setelah empat jam rebusan dilakukan, mie kocok ini ditambahkan daun salam dan sereh serta jahe ke rebusan tersebut.
"Itu untuk menghilangkan bau hanyir tulang," kata salah satu Karyawan, Indra (40).
Untuk menjaga kehangatan dan kualitas kuah, pihaknya menggunakan bara arang agar menjaga aroma dari kuah mie kocok itu sendiri.
Penyajiannya pun terbilang beda, karena Mie Kocok Spesial yang disajikan di tempat ini menggunakan sum-sum. Bagi yang ingin merasakan mie kocok spesial Mang Dadeng satu ini dapat merogoh kocek Rp 23.000 per porsi, dan sebaiknya datang di siang hari. Menurut Indra, Mie Kocok Spesial di tempat itu kerap habis cepat diburu pelanggan.
"Ini memang rekomendasi di tempat ini," katanya.
Mie kocok di sini berisi mie kuning gepeng, tauge, potongan kikil, sum-sum, dan taburan daun seledri dan bawang goreng. Keunggulan lainnya, kikil yang disajikan kenyal, tebal dan lembut. Untuk rasa bisa diadu, aroma kaldu serta rasa yang pas dapat menggoyang lidah Anda.
Mie Kocok Bandung Mang Dadeng merupakan salah satu mie kocok legendaris di Kota Bandung. Mie kocok ini sudah ada sejak tahun 1970-an saat itu masih dipegang Ki Usma (Ayah Pak Dadeng Pemilik Mih Kocok Mang Dadeng).
Ki Usma menawarkan mie kocoknya dengan cara berkeliling, mulai dari pedagang pikul hingga menjadi pedagang roda keliling. Sampai akhirnya diteruskan oleh anaknya Dadeng yang menempati sebuah bangunan di sekitar Jalan Banteng yang hingga saat ini masih bertahan.
"Di tempat ini saja sudah dari tahun 1995-an, kalau awalnya mah sudah lama, kemungkinan tahun 1970-an. Pak Dadeng Sendiri wafat di usia sekitar 65-an perkiraan. Sekarang diteruskan sama cucunya, ini generasi ke tiga yang pegang," jelas Indra.
Menurutnya, kebanyakan pelanggan Mie Kocok Mang Dadeng merupakan turis lokal berasal dari Jakarta hingga Sumatera. "Tapi biasanya banyak orang Jakarta yang ke sini," katanya.
Tempat yang luas dan menyediakan berbagai macam fasilitas menjadi salah satu daya tarik lainnya selain rasa dari mie yang ditawarkan
3. Mie Kocok SKM
Ada yang unik dari mie kocok satu ini. Jika dilihat dari penyajiannya, Mie Kocok SKM memiliki warna kuah yang agak kuning. Menurut pemilik, Ponijah (48), warna tersebut berasal dari bumbu rempah-rempah yang diberikan.
"Yang membedakan itu memang bumbunya, rasanya seperti soto. Kalau di sini warna kuahnya kuning, kalo mie kocok yang lain memang gak ada (yang seperti ini). Makanya pelanggan yang sering ke sini menyebutnya soto Mie Kocok," Jelas Ponijah.
Teknik memasaknya pun terbilang berbeda. Ponijah memasak tulang dan tapal kaki sapi yang sebelumnya dibelah dua agar sumsum dalam tulang tersebut melumer untuk menjaga aroma kaldu. Tak hanya itu, ia pun menambahkan kunyit, ketumbar, tenggiri, serta bawang putih untuk menambah rasa serta bau dari kuah buatannya ini.
Jika memang kuah yang direbus terlalu banyak, Ponijah dapat menyimpan sebagian kuahnya ke dalam pendingin untuk kemudian bisa digunakan kembali untuk dimasak dengan tambahan rempah lainnya.
"Kalau sudah dingin airnnya disimpan di freezer, jadi kalo besok mau dipakai tinggal dimasukkan bumbu kuning itu. Lalu kasih bawang daun, ebi atau udang kering (biar gurih ada sarinya)," katanya.
Tak hanya itu, Ponijah pun menekankan kualitas kikil pada mie kocoknya. Bagaimana tidak, kikil tersebut di rebus cukup lama, sehingga saat dimakan akan terasa kenyal dan lembut di lidah. Memang kikil yang disajikan mie kocok SKM ini merupakan yang terlembut dibandingkan kikil lainnya.
Ponijah memberikan kikil lebih banyak pada porsi spesial mie kocok spesialnya. Bagi penikmat mie yang ingin merasakan mie kocok ini cukupmerogoh kocek Rp 35.000 untuk Mie Kocok SKM Spesial dan Rp 25.000 untuk Mie Kocok SKM biasa.
Rasa mie kocok SKM ini rupanya dijaga sejak dulu. Seperti diketahui Mie Kocok SKM sendiri sudah ada sejak tahun 1970-an. Saat itu ayah Ponijah, Sukirman yang asal Kebumen, pertama kali membuat racikan bumbu mie kocok tersebut. Sudah lama Sukirman memiliki usaha mie kocok ini di Jalan Sunda.
"Awalnya memang tempat di jalan Sunda No 87, kemudian pindah ke Jalan Sunda No 38 pada tahun 1990," jelasnya.
Ponijah mengaku jika kebanyakan pelanggan yang datang ke tempatnya tersebut didominasi oleh mereka yang sudah tua atau uzur.
"Ya mereka itu pelanggan kami sudah sejak lama," tuturnya.
Meski begitu, tak sedikit anak muda yang datang beramai-ramai untuk menikmati mie kocok miliknya.
"Artis juga banyak yang ke sini. Kalau orang luar biasanya dari Malaysia, Singapura, tapi kebanyakan memang orang Jakarta yang mampir ke sini," terangnya.
Bagi penikmat mie rasa soto dapat mencoba langsung Mie Kocok SKM yang buka dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 22.00
4. Mie Kocok Cepay
Mie Kocok Cepay milik Haji Mamat Rohman (52) juga merupakan salah satu mie legendaris Kota Bandung. Sudah sekitar 35 tahun mie kocok ini menjadi tujuan wisata kuliner di Kota Bandung.
Merintis kuliner mie kocok sejak tahun 1979 memang tak mudah, jatuh bangun Mamat rasakan saat itu. Namun selama puluhan tahun ia menggeluti usaha tersebut, Mamat selalu menggunakan bara api sebagai bahan untuk menghangatkan mie nya.
"Keunikan dari mie kocok ini bahan bakarnya selalu pakai arang, agar kaldu dan aromanya lebih kental terasa," katanya.
Cara tersebut dipertahankannya selama puluhan tahun. Sebagai generasi kedua, Mamat belajar cara itu dari ayahnya yang sudah berjualan Mie Kocok Cepay sejak tahun 1976.
"Awalnya keliling ke daerah Yunus, Otten, Semar, dan sekitar Pajajaran selama 12 tahun. Awal jualan harganya cuma Rp 50 semangkok," katanya.
Penyajiannya pun cukup unik. Mie dan tauge disimpan didalam bak mie dengan menggunakan alas daun yang kemudian dimasukkan ke dalam kocokan. Lalu dimasukkan ke dalam buleng, dan disajikan di mangkok bersama kikil dan kaki sapi. Taburan seledri menjadi penghias mei kocok.
Mamat memberikan jaminan kualitas rasa pada mie kocoknya. Mie Kocok Cepay menggunakan kaki sapi asli yang diperoleh dari penjual kepercayaan sejak tahun 1970-an.
Mie Kocok Cepay bisa didapatkan di kawasan GOR Pajajaran sejak pukul 06.00 WIB dan kemudian berpindah tempat ke Jalan Samiaji dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Seporsi Mie Kocok Cepay bisa didapatkan dengan harga Rp 20.000.
5. Mie Kocok Semar
Beda lagi dengan Mie Kocok Semar, Fatimah (45) yang merupakan pemilik usaha ini memberikan tulang berisi sumsum pada saat menyajikan mie kocok miliknya. Ia mengklaim jika hal tersebut merupakan salah satu ciri khas mie kocoknya. Tak hanya itu, mie kocok miliknya juga didampingi bakso.
"Kadang ada yang minta tulang dan sumsumnya, tapi itu tergantung permintaan, kita hanya berikan pelayanan yang memuaskan," katanya.
Menurut Fatimah, untuk proses memasak memang tak ada yang spesial. Sama seperti mie kocok lainnya yang membuat kuah dari merebus kaki dan tulang sapi. Bahkan untuk bumbunya pun tak ada yang berbeda. Namun ia meyakini jika setiap orang memiliki rasa yang berbeda. "Karena setiap tangan pasti rasanya berbeda," jelasnya.
"Untuk harga pun terbilang paling murah dibanding harga lainnya, yakni Rp 25.000 untuk seporsi Mie Kocok Semar Spesial dan Rp 20.000 untuk seporsi Mie Kocok Semar Biasa.
Bertempat di jalan Pasirkaliki No 65 atau tepatnya di depan halaman Indomaret, Mie Kocok Semar sudah hadir di tempat itu sejak tahun 2006. Meski terbilang baru beberapa tahun, namun untuk rasa, Mie Kocok Semar berani bersaing dengan mie kocok legendaris lainnya.
Mie ini pas dinikmati malam hari, karena tempat ini hanya buka pada pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. "Karena yang buka malam belum banyak." Katanya.
=====
Untuk info & pemesanan Cake & Cuisinenya JC&C , silakan telp/WA 08128637867 (Tia), 08128697750 (Wildan)
======
Jasmine Foodnews dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kuliner di Indonesia terutama yang tradisional dan sudah jarang ditemukan orang. Juga hal-hal yang terkait dengan seputar dunia kuliner.








Comments
Post a Comment