Bir Pletok, Bir Yang Tidak Memabukkan


(JASMINE Foodnews) Ternyata banyak lho guys yang belum mengetahui asal usul Bir Pletok.  Selain tidak mengandung alkohol, minuman tradisional asli betawi ni ternyata punya banyak manfaat.

"Katanya beer bisa menghangatkan, nah Bir Pletok juga bisa, tapi tidak memabukkan," ujar Indra Sutisna, dikutip dari bisnis.com. Beliau sendiri adalah anggota Lembaga Pengelola Komite Kesenian dan Pemasaran Perkampungan Budaya Betawi Setu  Babakan sekaligus pemilik home industri Bir Pletok.

Sejarah Nama Bir Pletok



Dilansir dari wikipedia.com, pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia, banyak masyarakat Betawi yang tergoda untuk mencoba meminum bir atau Wine , seperti yang banyak dilakukan oleh bangsa barat.

Namun kemudian niat itu diurungkan , setelah melihat efeknya yang sangat tidak  baik karena membuat orang menjadi mabuk dan lupa diri. Juga karena jelas-jelas  melanggar ajaran agama Islam yang banyak dianut oleh orang Betawi dan kebanyakan orang Indonesia , yang melarang umatnya minum alkohol dan berjudi.  .

Karenanya kemudian ada  beberapa orang Betawi yang mencoba mencari jalan keluarnya , yaitu dengan mencoba meracik sendiri  "minuman bir" yang dapat menghangatkan tubuh,  tetapi tidak menyebabkan mabuk.

Tentunya dengan bahan-bahan makanan dan bumbu-bumbu di dapur yang mereka punya dan biasa mereka gunakan  Sehingga pada  akhirnya terciptalah bir pletok yang rasanya nikmat, yang bisa menghangatkan tubuh ,dan juga memiliki bermacam khasiat lainnya yang bisa menyehatkan tubuh.

Dinamakan pletok karena pada proses pembuatannya, minuman tradisional dari Betawi dibuat dengan cara dikocok-kocok dalam tabung bambu. Saat dikocok itu minuman ini menghasilkan suara "pletak, pletok, pletak, pletok" karena di dalamnya ada campuran es batu.

Bahan-Bahan Pembuatan Bir Pletok



Dilansir dari m.detik.com , jika bir biasanya dibuat dengan alkohol, maka berbeda dengan Bir Pletok khas Betawi ini. Bir pletok diracik dengan campuran rempah-rempah yang lebih aman untuk kesehatan tubuh. Rempah-rempah tersebut ada mulai dari jahe, biji pala, lada, sereh, cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun pandan, dan daun jeruk.

Semua bahan tersebut dicampur dengan cara direbus ke dalam air dan dipanaskan dalam api yang sedang. Selama direbus, campuran tersebut sambil diaduk dan tambahkan gula secukupnya. Untuk membuat warnanya menjadi kemerahan, tambahkan kayu secang ke dalam air rebusan tersebut. Semakin banyak kayu secang ditambahkan maka warnanya pun semakin merah.

Bir Pletok dengan warna yang semakin merah sering disebut memiliki kualitas yang baik. Setelah mendidih, tutup panci dan diamkan selama 20-25 menit dalam keadaan kompor masih menyala. Proses ini berfungsi untuk menyempurnakan warna dan rasa. Selain itu juga bisa mengeluarkan sari-sari rempahnya sehingga rasanya lebih terasa.

Manfaat Bir Pletok Bagi Tubuh Kita 

Selain rasanya yang enak, Bir Pletok juga dapat memberikan banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan tubuh. Itu karena bir pletok diracik dengan bahan-bahan yang menyehatkan seperti rempah-rempah. Salah satu khasiat bir pletok adalah untuk menghangatkan tubuh.

Karena itulah Bir Pletok biasa diminum saat cuaca dingin atau saat musim hujan tiba. Selain dapat menghangatkan tubuh, bir pletok juga bisa meningkatkan nafsu makan, meredakan nyeri lambung dan seni, mengobati masuk angin, menambah stamina, mengobati migrain hingga meredakan keram di tubuh.

Dari khasiat yang diberikan oleh Bir Pletok menjadikan minuman khas ini menjadi obat sejak turun temurun. Bahkan minuman ini telah menjadi minuman yang wajib disajikan oleh orang-orang Betawi. Bir pletok juga menjadi populer dan banyak dicoba banyak orang.

Bir Pletok Simbol Kemewahan
Wine atau bir yang biasa diminum oleh orang Belanda dianggap sebagai minuman yang mewah bagi mereka. Ternyata Bir Pletok juga merupakan simbol kemewahan bagi masyarakat Betawi. Bir pletok menjadi minuman yang wajib dihidangkan dalam acara-acara mulai dari pesta pernikahan, khitanan sampai dengan acara kematian.

Dihidangkannya Bir Pletok dalam acara pernikahan menunjukkan lambang kesuksesan di acara tersebut. Semakin banyak bir pletok di sajikan dalam acara pernikahan tersebut, maka semakin sukses acara pernikahan tersebut dikatakan sukses. Pernyataan tersebut sama seperti penyajian wine dalam acara-acara tertentu di Eropa.

Saking mewahnya bir pletok ini dianggap bahkan banyak orang Betawi yang mengatakan bahwa kalau tidak ada bir pletok dalam suatu pesta, tidak akan membuat makanan khas lainnya menjadi terlihat mewah.

Kelangkaan Produksi Bir Pletok
Mungkin agak sulit untuk menemukan bir pletok di jaman sekarang. Bir pletok biasanya dijual dan diproduksi oleh industri rumahan milik orang Betawi asli. Kebanyakan dari mereka ingin melestarikan minuman tradisional ini agar tidak cepat punah. Sehingga bisa terus dipertahankan oleh generasi selanjutnya.

Selain itu biasanya bir pletok juga selalu disajikan dalam acara festival kuliner Betawi. Bir pletok yang dijual disana dikemas dengan menggunakan botol yang terbuat dari kaca dalam ukuran yang berbeda-beda. Mulai dari botol ukuran kecil sampai dengan ukuran yang panjang. Atau juga banyak tersedia di tempat-tempat penjualan oleh-oleh.

Itu karena banyak orang Betawi yang menjadikan bir pletok sebagai buah tangan untuk diberikan kepada orang-orang terdekat. Meski tak banyak, sekarang juga masih ada warung-warung sederhana semacam angkringan yang menyajikan bir pletok dalam kemasan berupa gelas.

Karena bahan-bahannya herbal, maka jangan khawatir ya Bunda, Bro and Sis,  Bir Pletok ini juga aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa. Penyajian bir pletok juga bisa disesuaikan dengan selera.

Bisa disajikan hangat ataupun dingin. Rasanya terbilang unik ada manis, hangat dan sedikit pedas tapi aromanya semerbak wangi.

Saat ini, bir pletok sering juga disebut bir Jawa dan masih jadi minuman favorit. Minuman ini juga populer di wilayah Bogor.

=====
 Untuk info & pemesanan Cake & Cuisinenya , telp/WA 08128637867 (Tia), 08128697750 (Wildan)
 ======
 Jasmine Foodnews dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kuliner di Indonesia terutama yang tradisional dan sudah jarang ditemukan orang. Juga hal-hal yang terkait dengan seputar dunia kuliner.

Comments

Popular Posts