Sering Serdawa Atau Sendawa, Pertanda Apa ?

(JASMINE Foodnews) Dikutip dari wikipedia.com, serdawa (kadang-kadang ditulis sendawa) adalah peristiwa keluarnya gas dari dalam perut.Serdawa merupakan salah satu respon yang diberikan oleh tubuh kita saat di dalam tubuh terjadi sesuatu.

Sendawa terjadi akibat gas yang terperangkap di antara saluran pencernaan atas dan bawah. Gas yang berlebihan ini kemudian harus dikeluarkan supaya perut kembali nyaman.

Serdawa yang terjadi terlalu sering dapat dijadikan sebagai suatu indikator kondisi tubuh seseorang. Dalam beberapa kasus penyakit, serdawa juga dapat terjadi akibat adanya gangguan pada pencernaan.

Serdawa terjadi karena ada kelebihan gas di dalam perut atau tenggorokan sehingga secara otomatis tubuh akan mengeluarkannya. Udara yang masuk bersama makanan, dan juga saat menggunakan sedotan akan masuk ke dalam tubuh hal inilah yang dapat memicu terjadinya serdawa.

 Serdawa tidak hanya berkaitan dengan tubuh saja, tetapi juga berkaitan dengan budaya, misalnya di India yang menganggap serdawa sebagai sebuah apresiasi atas makanan yang enak dan pedas, sehingga beserdawa keras.. Tapi jangan anda coba di Jepang.Lain halnya dengan di Jepang, orang Jepang menganggap tidak sopan beserdawa di meja makan.

Beserdawa pasti pernah dialami oleh semua orang dan biasanya terjadi tanpa sengaja. Walaupun serdawa adalah sesuatu yang normal, sering beserdawa mungkin merupakan tanda-tanda adanya beberapa kondisi, seperti GERD, SIBO (tumbuhnya bakteri di usus kecil), dan usus bocor.

GERD singkatan dari Gastroesophageal reflux disease atau penyakit saluran pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke esofagus (refluks). Sebuah penyakit pencernaan yang mana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan.

Ini adalah penyakit kronis yang terjadi saat asam lambung atau empedu mengalir ke saluran makanan dan mengiritasi dinding dalamnya. Refluks asam dan heartburn (asam lambung naik) lebih dari dua kali seminggu dapat mengindikasikan GERD.

Sebagai self-diagnose , biasanya gejalanya meliputi nyeri panas di dada yang biasanya terjadi setelah makan dan memburuk ketika berbaring.

Sedangkan SIBO adalah Small intestinal bacterial overgrowth (SIBO) Pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO) adalah kondisi serius yang mempengaruhi usus kecil. Itu terjadi ketika bakteri yang biasanya tumbuh di bagian lain usus mulai tumbuh di usus kecil. Itu menyebabkan rasa sakit dan diare.

Jadi untuk menghentikan serdawa, anda harus menangani penyebab yang mendasarinya. Jangan mengonsumsi minuman berkarbonasi, kafeina yang berlebihan, dan alkohol, tetapi minumlah air putih atau teh.

Juga coba lakukan eksperimen dengan menyingkirkan makanan yang bisa merangsang produksi gas, misalnya kacang-kacangan, serta makanan berlemak dan pedas dari diet Anda. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil secara perlahan juga bisa berguna. Jika serdawa terasa menyakitkan, pergilah ke dokter untuk mendapatkan bantuan.

Diluar dari perawatan dokter untuk penyakit serius yang menyebabkan sendawa anda terasa berlebihan dan menyakitkan, dikutip dari wikihow, ada beberapa cara sederhana yang mungkin bisa dicoba untuk mengatasi sendawa :

1/. Kunyah makanan dengan mulut tertutup. Tutuplah bibir dengan rapat langsung setelah Anda menggigit makanan atau menyesap minuman. Jangan membuka mulut sampai semua makanan atau minuman tertelan. Ini mencegah tertelannya udara secara tidak sengaja.[1]

Jangan berbicara sambil mengunyah makanan. Selain lebih sopan, berbicara tanpa disertai mengunyah makanan juga bisa mengurangi kemungkinan tertelannya udara.

Anda juga bisa meminta anggota keluarga atau teman untuk mengamati aktivitas makan Anda. Mintalah mereka untuk memberi peringatan apabila Anda membuka mulut sambil mengunyah.

2/. Hitung mundur mulai dari angka 5 tepat setelah Anda menggigit makanan atau menyesap minuman. Makan atau minum dengan cepat bisa membuat sistem pencernaan kemasukan banyak udara. Udara yang berlebihan ini bisa menyebabkan serdawa. Kunyah makanan secara lebih lambat dengan berhenti sejenak dan menghitung mundur tepat setelah Anda menggigit makanan. Ini membuat Anda menjadi lebih rileks ketika makan dan mengurangi kemungkinan terbentuknya gas.

3/. Sesaplah minuman dari gelas, dan hindari sedotan. Jika Anda menikmati minuman menggunakan sedotan, Anda juga akan memasukkan udara ke dalam sistem pencernaan. Dengan menyesap minuman, Anda bisa mengendalikan banyaknya minuman yang Anda masukkan ke dalam tubuh dalam satu waktu.

4/. Hindari mengunyah permen karet atau mengisap permen yang keras. Kebiasaan ini memang sulit diubah, tetapi Anda harus menghilangkannya. Ketika Anda memecah permen yang ada di dalam mulut, mungkin bibir Anda akan sedikit terbuka sehingga ada udara yang masuk secara tidak sengaja. Selanjutnya, udara ini bisa menyebabkan serdawa atau cegukan.

Apabila Anda sangat menyukai aktivitas mengunyah permen karet, kebiasaan ini mungkin sulit dihentikan. Ketika muncul keinginan untuk mengunyah permen karet atau mengisap permen, cobalah meminum satu gelas air putih sebagai gantinya. Ini bisa membantu meredakan keinginan Anda.

5/. Obati gejala pilek atau alergi dengan segera.Jika tenggorokan dan hidung tersumbat, Anda berisiko memasukkan banyak udara ke dalam sistem pencernaan saat bernapas. Apabila Anda merasa tidak enak badan, gunakan dekongestan hidung untuk meredakan gejalanya dan membuka saluran udara. Serdawa biasanya juga akan berkurang jika Anda bisa bernapas dengan lega.

Ketika hidung tersumbat, tempelkan plester hidung (nasal strip) pada bagian luar hidung agar napas menjadi lega.

6/. Mintalah dokter gigi untuk memperbaiki gigi palsu yang telah longgar atau tidak pas. Jika setiap kali makan atau melakukan aktivitas lain Anda harus membetulkan atau menata gigi palsu, kemungkinan besar Anda akan memasukkan banyak udara ke dalam sistem pencernaan. Pergilah ke dokter gigi untuk membetulkan gigi palsu tersebut agar tidak bergerak saat Anda melakukan aktivitas rutin.

Jika giginya hanya memerlukan sedikit penyesuaian, dokter gigi bisa memperbaikinya di klinik. Namun, jika kondisinya sudah parah, mungkin Anda memerlukan satu set gigi palsu yang baru.

7/. Berhentilah merokok. Ketika mengisap rokok, Anda akan menyedot udara ke dalam paru-paru, tetapi beberapa di antaranya dapat masuk ke dalam perut dan usus. Efeknya akan bertambah besar jika Anda mengisap banyak rokok. Kebiasaan merokok bisa mengiritasi sistem pencernaan yang membuat Anda selalu mengalami masalah serdawa.

Vaping (rokok elektrik) juga bisa menghasilkan gas yang masuk ke dalam sistem pencernaan.



===
Jasmine Foodnews dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kuliner di Indonesia terutama yang tradisional dan sudah jarang ditemukan orang. Juga memuat artikel-artikel lain yang terkait dengan dunia kuliner.

Comments

Popular Posts