Cotty , Cotton Cake Makanan Khas Negeri Sakura
Memang ketika di mulut , terasa memang memiliki tekstur yang sangat lembut dan fluffy. Berbeda dengan cake ala barat yang lebih lembap dan padat.
Berasal dari negeri bunga Sakura, Uncle Tetsu yang dikenal di Jepang sebagai Tetsu San sering disebut-sebut sebagai pelopor dari Japanese Cotton Cheese Cake yang kemudian menjadi awal pembuatan Cotton Cake.
Ia menciptakan kue tersebut pada tahun 1985 di Fukuoka, Jepang yang kemudian terkenal hingga seluruh dunia.
Rasa kuenya manis dengan tingkat sedang sehingga tak meninggalkan rasa enek ketika makan terlalu banyak dan memiliki tingkat rasa keju yang sedang pula
Sebenarnya yang paling menarik adalah teksturnya yang sangat lembut dan ringan. Jika kita perhatikan, pada bagian luar yang terkena panas panggangan oven dan bewarna coklat muda akan lebih terasa seperti kue bolu dengan tekstur yang agak sedikit lebih berar dari bagian dalam.
Sedangkan pada bagian dalam, kue ini memiliki tekstur sangat ringan. Bahkan saat dipotong terdengar suara desis seperti layaknya busa.
Untuk menyantap kue Cotton Cake sendiri ada dua cara, langsung dimakan selagi hangat dengan cara memanaskan di microwave selama 30-60 detik. Cara kedua adalah disantap setelah didiamkan di lemari pendingin. Kue yang didinginkan memiliki rasa keju yang lebih dalam, cocok bagi penggemar keju.
Tentunya , Cotton Cake sendiri yang terkenal dengan teksturnya yang ringan, berbeda 180 derajat dari cake gaya Amerika yang memiliki tekstur berat dan creamy. Tapi tentunya pada akhirnya semua memang tergantung pada selera pembeli, mana yang ia lebih sukai , cake Barat atau ala Timur.
=====
Anda masih di Jasmine Cake & Cuisine, Toko Cake & Cuisine Online di Indonesia✋😊
Untuk info & pemesanan Cake & Cuisinenya ,
klik aja :
http://bit.ly/JCandCu
Atau telp/WA 08128637867 (Tia), 08128697750 (Wildan)
Simak daftar menunya , klik aja
http://bit.ly/JCandCui
Juga di ig kita , klappiecakes_ :
https://www.instagram.com/p/B928rViD5cH/?igshid=1egvipau04tjz
======
N dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kuliner di Indonesia terutama yang tradisional dan sudah jarang ditemukan orang. Juga hal-hal yang terkait dengan seputar dunia kuliner



Comments
Post a Comment